Fadjar Sidik lahir di Surabaya tanggal 8 Februari 1930. Pendidikan formalnya berawal di HIS Muhamadiyah Ngupasan Kota Yogyakarta. Meneruskan sekolah yang setingkat SMP dan SMA di Surabaya, lalu kuliah di Fakultas Sastra dan Pedagogi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1952), dan kuliah juga di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta untuk jurusan Guru Gambar (1954). Fadjar Sidik belajar melukis di Sanggar Pelukis Rakyat di bawah asuhan Hendra Gunawan dan Sudarso. Antara tahun 1957-1961 ia berada di Bali untuk menjadi pelukis profesional. Sejak akhir 1961 kembali ke Yogyakarta dan mengajar di ASRI. Tahun 1966 menjadi dosen tetap di ASRI yang berubah nama kemudian menjadi STSRI-ASRI, dan kini menjadi FSRD ISI. Tahun 1967-1983 menjadi Ketua Jurusan Seni Lukis di alamaternya tersebut. Selama hampir satu setengah tahun (1968-1970) belajar di Selandia Baru tentang Art Restoration Technique and Conservation.
Fadjar Sidik membuat karya lukis dengan corak yang khas dan telah mengikuti berbagai pameran. Ia memperoleh penghargaan seni nasional dari Pemerintah pada tahun 1971. Pameran tunggalnya tercatat pada tahun 1974 dan 1978. Ia aktif pula di dalam seminar, simposium seni, baik ditingkat nasional maupun ASEAN. Ia juga pernah menjadi juri pameran Biennale di Jakarta dan dua kali berturut-turut menjadi juri Biennale Seni Lukis Yogyakarta yang diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta pada tahun 1988 dan 1990. Fadjar Sidik yang meninggal dunia pada 18 Januari 2004 di Yogyakarta.
Fadjar Sidik was born in Surabaya on February 8, 1930. His formal education began at HIS Muhammadiyah Ngupasan, Yogyakarta. He continued his studies at the junior high school (SMP) and high school (SMA) levels in Surabaya, then pursued higher education at the Faculty of Literature and Pedagogy at Gadjah Mada University in Yogyakarta in 1952, and also studied at the Indonesian Academy of Fine Arts (ASRI) in Yogyakarta for the Graphic Teacher major in 1954. Fadjar Sidik learned painting at Sanggar Pelukis Rakyat under the guidance of Hendra Gunawan and Sudarso. Between 1957 and 1961, he was in Bali to become a professional painter. Since late 1961, he returned to Yogyakarta and taught at ASRI. In 1966, he became a permanent lecturer at ASRI, which was later renamed STSRI-ASRI, and is now FSRD ISI. From 1967 to 1983, he served as Head of the Painting Department at the same institution. During nearly a year and a half (1968-1970), he studied in New Zealand about Art Restoration Techniques and Conservation.
Fadjar Sidik created paintings with a distinctive style and participated in various exhibitions. He received a national art award from the government in 1971. His solo exhibitions were held in 1974 and 1978. He was also active in seminars and art symposia at both the national and ASEAN levels. Additionally, he served as a jury member for the Jakarta Biennale and was twice a juror for the Yogyakarta Painting Biennale held at Taman Budaya Yogyakarta in 1988 and 1990. Fadjar Sidik passed away on January 18, 2004, in Yogyakarta.
Source: IVAA Online Archive.